Hitung Days of Inventory — berapa hari stok kamu bertahan berdasarkan rata-rata penjualan harian.
Kenali setiap input supaya hasil DOI kamu benar-benar akurat.
Qty Awal adalah jumlah stok produk di gudang pada tanggal pertama periode yang ingin kamu hitung. Ini adalah saldo opening stok.
Qty Akhir adalah jumlah stok produk yang tersisa di gudang pada hari terakhir periode. Ini saldo closing stok.
Qty Awal dan Qty Akhir akan dirata-rata untuk mendapatkan Stok Rata-rata selama periode tersebut.
Qty Penjualan adalah total unit produk yang terjual selama keseluruhan periode (bukan per hari).
Angka ini akan dibagi dengan jumlah hari periode untuk mendapatkan rata-rata penjualan harian.
Jumlah Hari adalah panjang periode yang kamu analisis, dalam satuan hari.
Pakai jumlah hari kalender penuh, termasuk Sabtu/Minggu — kecuali memang gudang kamu tidak operasional di hari libur dan tidak ada penjualan sama sekali.
DOI menunjukkan berapa hari stok kamu akan habis kalau pola penjualan tetap sama:
• < 7 hari → ⚠️ stok kritis, harus segera restock biar tidak stockout.
• 7 – 21 hari → 🟡 aman tapi tipis, mulai siapkan PO ke supplier.
• 22 – 45 hari → ✅ ideal untuk kebanyakan kategori marketplace.
• 46 – 75 hari → 🟠 mulai berlebih, evaluasi kecepatan jual & promo.
• > 75 hari → 🔴 overstock, modal nyangkut & risiko kadaluarsa/usang.
Range ideal bisa berbeda per kategori produk — fast moving (FMCG) lebih pendek, slow moving (elektronik premium) bisa lebih panjang.